Menjelang akhir musim kompetisi, klub-klub Indonesia Super League (ISL) mulai menyusun daftar belanja pemain. Salah satu pemain yang menjadi bidikan banyak klub adalah striker Barito PutraCoulibaly Djibril. Coulibaly langsung menyedot perhatian publik pecinta sepak bola Indonesia sejak didatangkan Barito pada awal musim 2012/2013.
Striker Muslim ini merupakan tulang punggung tim berjuluk Laskar Antasari pada setiap pertandingan. Coulibaly dikenal sebagai sosok yang tajam di barisan pertahanan lawan. Pemain asing asal Mali itu sudah mencetak 17 gol dan sukses membawa Barito menempati peringkat enam klasemen sementara.
Ia menempati urutan tiga sebagai pencetak gol terbanyak ISL. Coulibaly hanya terpaut dua gol dari bomber Persib Sergio Van Dijk dan tertinggal enam gol dari striker Persipura Jayapura Boaz Salossa.
Performa Coulibaly mendatangkan minat dari banyak klub. Persib Bandung, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar dikabarkan tertarik merekrut striker berusia 26 tahun tersebut. Pelatih Barito Putra Salahuddin menyadari betul, anak asuhnya itu tengah diincar banyak klub.
Tak mau kehilangan pemain andalannya itu, Salahuddin meminta manajemen untuk segera memagari Coulibaly dengan kontrak baru agar tidak bisa dibajak klub lain. "Saya akan mempertahankan dia. Tak bisa dipungkiri, peran dia begitu penting untuk tim pada musim ini," kata Salahuddin kepada Republika, Sabtu (20/7).
Kebetulan, ungkap Salahuddin, manajemen tim sudah memintanya untuk segera membuat daftar pemain yang akan dipertahankan atau tidak. Ini menjadi penting karena Barito hanya mengontrak pemain dengan durasi satu musim. "Coulibaly akan saya rekomendasikan untuk diperpanjang kontraknya," Salahuddin mengungkapkan.
Namun, Salahuddin tak bisa memastikan keberadaan Coulibaly pada musim depan. Sebab ia tak mau memaksakan jika sang pemain nantinya menolak tawaran perpanjangan kontrak dan bergabung ke klub lain. "Semoga saja Coulibaly juga mau bertahan di Barito," ungkap dia
Kamis, 25 Juli 2013
Sugeng Terancam Absen Lawan Persib Bandung
Striker Barito Putera Sugeng Wahyudi mengaku sedih, menjelang laga
antara timnya melawan Persib Bandung di Stadion Demang Lehman Martapura,
Jumat (26/7) malam. Masalahnya, dia kini dibelit cedera.
Oleh
karena itu, dia khawatir tidak bisa tampil membela Laskar Antasari pada
partai lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 tersebut.
Striker asal Jember, Jatim ini mengalami cedera di bagian ligamen kaki
kirinya. Ini didapatkannya akibat salah bertumpu saat terjatuh dalam
latihan, sehari sebelum menjamu Persita Tangerang, Kamis (18/7) sore
lalu.
Akibat cederanya tersebut, Sugeng pun batal memperkuat tim menjamu Persita. Padahal Sugeng digadang-gadang menggantikan posisi Coulibaly Djibril yang terkena akumulasi kartu.
Sugeng pun kini harus fokus untuk melakukan penyembuhan atas cederanya tersebut, dengan cara menjalani terapi pengobatan.
"Saya sangat ingin tampil membela tim. Tapi, karena ada musibah ini (cedera), kemungkinan kembali memperkuat tim saat menjamu Persib sangat kecil. Kaki saya masih sakit, bahkan menekuk pun sangat terasa sakit," ujar Sugeng sedih.
Laga melawan tim berjuluk Maung Bandung ini, memang sangat dinantikan oleh striker bernomor punggung 9 ini. Pasalnya, dia ingin membantu tim membalas kekalahan pada laga putaran pertama lalu. Saat itu Barito dipaksa menyerah dengan skor 2-3.
Sugeng menyumbangkan satu gol bagi timnya di menit 49. Berkat golnya tersebut, Barito sempat unggul sementara dengan skor 2-1.
Pada babak pertama, skor tertahan imbang 1-1. Gol Barito disumbangkan oleh Dedi Hartono di menit kelima, kemudian disamakan oleh Maman dua menit kemudian.
Tim besutan Djajang Nurjaman (Djanur) akhirnya memenangkan laga tersebut dengan skor 3-2, setelah Sergio Van Djik mencetak gol pada menit 55 dan Abanda Herman menit 66. Ironisnya, seluruh gol Persib yang tercipta saat itu, berawal dari tendangan bebas.
Menurut Sugeng, meski terancam tidak bisa memperkuat tim, dia tetap memberikan suport. "Saya akan berdoa agar perjuangan rekan- rekan sukses, sehingga bisa mengantongi poin penuh," pungkas pemain yang telah mengemas tiga gol untuk Barito ini.
Sumber : Banjarmasinpost.co.id
Jelang Laga Barito Putera VS Persib Bandung Tanggal 26 juli 2013
Salahudin ( Pelatih Barito Putera ) mengatakan, menghadapi Persib, 26 Juli nanti, timnya wajib meraih poin penuh. Ini, untuk menggantikan poin yang diambil Persita Tangerang, Jumat (19/7) malam lalu.
Diakui dia,
tidak mudah bagi Barito menaklukkan Persib yang memiliki materi pemain
bagus. Namun, untuk bisa meraih kemenangan, anak asuhnya harus kerja
keras seperti menghadapi Persipura, Mitra Kukar dan Arema.
Menurut Salahudin, hasil imbang timnya ketika menjamu Persita,
disebabkan timnya kurang beruntung dan anak asuhnya terburu-buru
menyelesaikan sentuhan terakhir (finishing touch).
"Barito sebenarnya mengusai pertandingan. Beberapa peluang gol hanya membentur tiang gawang," kata Salahudin.
Sebelum bertanding menghadapi Persib, timnya telah mengevaluasi hasil
laga melawan Persita. Dari situ disimpulkan, para pemain Barito belum
bisa mengontrol emosi, sehingga konsentrasi permainan tidak fokus.
"Itu tak boleh lagi terulang. Kita wajib untuk menang. Kita bermain di kandang dan di hadapan pendukung," tegas pemain Timnas SEA Manila 1991 ini.
Selain mengontrol emosi, pemain juga harus disiplin menjaga lini pertahanan. Sebab, Persib memiliki penyerang yang tajam seperti Sergio Van Dijk dan Kenji Adachihara. Oleh karena itu, Henry Njobi Elad, Daewon Ha, Agus Cima dan Fathul Rahman harus bekerja ekstra keras membendung laju striker lawan yang haus gol tersebut.
Penampilan Elad dan Daewon yang tak kenal kompromi, seperti ketika melawan Persipura, tentu sangat diharapkan. Ini, demi mewujudkan harapan Laskar Antasari yang berambisi melakukan revans atas kekalahan 2-3 pada putaran pertama ISL lalu.
Sumber : BANJARMASINPOST.CO.ID
Langganan:
Postingan (Atom)